Share

AFC Futsal C'ship 2014, Walau Tipis Tetap OPTIMIS!

Sabtu, 22 Maret 2014

Pengantar
AFC Futsal Championship 2014 telah siap digelar di Vietnam dan tinggal menghitung hari saja. Namun siapa peduli dengan turnamen futsal tertinggi antar-negara se-Asia ini. Mayoritas orang Indonesia memang tengah tersengat penampilan ciamik tim nasional sepakbola Indonesia U-19. Terlebih tahun 2014 ini adalah tahun sepakbola (baca: Piala Dunia 2014). Tentulah semakin menenggelamkan pamor AFC Futsal Chamiponhip tahun ini. Namun tidak begitu buat saya. Sejak pertama mengenal futsal, saya terus mencoba mengorek-orek berita dan perkembangan terkini tentang futsal Indonesia. Semoga setelah membaca artikel ini, membuat anda tertarik dengan Timnas Futsal Indonesia.

Sejarah Terkahir
For Your Information saja negara kita tercinta Indonesia telah menjadi langganan peserta sejak tahun 2002. Menariknya, seakan-akan Indonesia punya kutukan tersediri bila mengikuti ajang ini. Kutukan seperti apa itu? Kutukan tak pernah lolos dari babak grup. Hehe.. Mungkin sedikit aneh rasanya kalau ini terus terjadi. Apakah Indonesia tak pernah belajar dari pengalaman? Praktis sejak 2002 Indonesia sudah mengikuti delapan turnamen AFC Futsal Championship secara berturut-turut (kecuali 2007 di Jepang) dan tak pernah lolos babak grup. Entah apa yang salah tapi di sini saya hanya akan mengupas sejarah terakhir kali Indonesia saat mengikuti AFC Futsal Championship yakni pada tahun 2012 di Uni Emirat Arab.
            Di tahun 2012 lalu timnas futsal Indonesia berhasil lolos ke Uni Emirat Arab sebagai runner-up AFF Futsal Championship. Di partai final Indonesia dikalahkan Thailand dengan skor 3-1. Indonesia yang lolos ke AFCFC 2012 Uni Emirat Arab tergabung di grup D, bersama China, Kuwait dan Uzbekistan. Pada pertandingan pertama tanggal 25 Mei 2012 bertempat di Al-Shabab Stadium Dubai, Indonesia menghadapi China. Kali ini Indonesia harus mengakui keunggulan negeri Tirai Bambu dengan skor 2-5. Dua gol Indonesia dicetak oleh Deny “DeHa” Handoyo  dan Afif Tamimy yang belum mampu mengungguli lawan. Esoknya di tanggal 26 Mei 2012 Indonesia menghadapi Kuwait masih di tempat yang sama. Kali ini produktifitas Indonesia naik, di pertandingan ini Indonesia mampu mencetak tiga gol oleh Deny Handoyo, Bambang Bayu, dan Karami Balfas, namun apadaya tim lawan jauh lebih superior dengan mencetak sembilan gol ke gawang Indonesia. Pertandigan berakhir dan skor Kuwait 9-3 Indonesia. Pada pertandingan terakhir (27 Mei 2012) mungkin karena sudah tidak ada harapan untuk lolos dari babak grup setelah dua kekalahan beuntun, Indonesia seperti tanpa daya saat harus menelan pil pahit lagi, diberondong sembilan gol  lagi. Kali ini oleh Uzbekistan dan hanya berbalas satu gol yang dicetak oleh Wardhana. Indonesia terdampar di dasar klasemen dengan 0 point hasil tiga kekalahan mencetak enam gol berbalas 23 gol kemasukan.

Lawan di Vietnam Nanti
Kegagalan yang berlalu biarlah menjadi pelajaran yang berharga untuk masa depan. Ya begitulah mungkin kalimat yang tepat untuk menjadi cambuk penyemangat pemain Indonesia dalam menghadapi AFC FC bulan April nanti. Lawan yang dihadapi pun bukan sembarangan. Indonesia tergabung di grup B bersama Iran (Juara 10 kali AFC Futsal Championship *terbanyak saat ini), Australia, dan China. Memang peluang Indonesia untukk lolos ke babak 8 besar sangatlah sulit. Namun nada optimism dikeluarkan oleh platih timnas saat ini, Andri Irawan, beliau mengaku target timnas di Vietnam nanti adalah lolos ke babak 8 besar. Jelas bukanlah target yang mudah melihat Indonesia yang seakan tak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya.
            Bila dikomparasikan dari peringkat resmi futsalworldranking.be, peringkat Indonesia memang jauh dari ketiga Negara tersebut. Iran berada di peringkat 7 dunia (peringkat 1 Asia), Australia di peringkat 22 dunia (5 Asia), China 37 dunia (6 Asia), dan Indonesia sendiri ada di peringkat 59 dunia (ranking 12 Asia). Jika berpikir realistis memang sulit menembus grup B ini, namun taka da yang tak mungkin. Apalagi kali ini Indonesia kembali diperkuat pemain terbaiknya yang sempat tidak diizinkan Pelindo Futsal Club dengan alas an mosi tidak percaya kepada PSSI (BFN) saat itu.

Manfaatkan Australia dan China!
Memang sulit rasanya mengalahkan Iran yang merupakan tim nasional futsal terbaik se-Asia bahkan dunia. Tapi ada celah untuk memenangkan pertandingan saat kontra China dan Australia
Sejarah pertemuan terakhir:
1 Juli 2013, China 5-3 Indonesia (Asian Indoor and Martial Art Games 2013, Incheon) saat itu gol dicetak Mushar (2) dan Bambang Bayu(1).
23 Oktober 2013, Indonesia 3-7 Australia (AFF Futsal Championship 2013, Thailand) saat itu Andri ‘Andrew’ Kustian mencetak hattrick.
Dari hasil-hasil tersebut menunjukkan sebenarnya kekuatan Indonesia tidak terlalu jauh dari Australia dan China. Tinggal bagaimana caranya mempertahankan kemenangan dan tidak kebobolan terlalu banyak.

Kesimpulan
Mengalahkan Iran menjadi hal yang hamper mustahil, namun untuk mengalahkan Australia dan China bukanlah hal yang tidak mungkin. KECEPATAN yang dimiliki pemain Indonesia menjadi senjata ampuh dalam meruntuhkan tembok China dan benteng pemain Australia yang memiliki postur tubuh orang Eropa. Dengan begitu bisa terwujudlah target lolos 8 besar dan memecah kutukan! Indonesia Bisa!

Jadwal Indonesia di AFC Futsal Championship 2014:

30 April 2014, 16.00 WIB
Iran vs INDONESIA

2 Mei 2014, 16.00
INDONESIA vs Australia

4 Mei 2014, 16.00
China vs INDONESIA

*jadwal lengkap download di sini

Untuk siaran langsung bisa ditonton lewat streaming di kanal YouTube AFC Hub (klik saja). Like FP Asian Football Confederation untuk update berita terbarunya.

0 komentar: